NOVOTEL JAMBI HP: 081315623142

Sabtu, 08 Januari 2011

PSK MULAI DI KURANGI

NOVOTEL JAMBI
Pemkot Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) berusaha mengurangi jumlah Pekerja Seks Komersil (PSK) di kawasan setempat, dengan cara memberikan pelatihan keterampilan kepada para wanita tersebut.

"Kami berharap dalam setahun sedikitnya ada 10 orang yang berhenti jadi PSK karena sudah memiliki pekerjaan lain dengan keterampilannya, dan salah satu caranya adalah memberikan para wanita tersebut pelatihan ," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya Maryono, di Palangka Raya, Selasa (28/12/2010).

Menurutnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Palangka Raya baru saja memberikan pelatihan keterampilan membuat kue kering untuk para PSK tersebut, dan mendapatkan respon yang positif di kawasan lokalisasi Bukit Sungkai Jalan Tjilik Riwut kilometer 12, Kelurahan Petuk Ketimpun.

Maryono yang juga merupakan Ketua KPA Palangka Raya, yakin bahwa pekerjaan sebagai PSK adalah bukan keinginan dari wanita tersebut, sehingga sebagai bentuk kepedulian dari Pemkot pihaknya akan terus memberikan pelatihan keterampilan untuk pekerja yang ada di kawasan lokalisasi itu.

Sementara itu, Sekretaris I KPA Palangka Raya Lembung D Atuk menambahkan, sebenarnya setiap rakyat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama baik itu di dalam bidang pembangunan dan lainnya terutama masalah peningkatan sumber daya manusia.

"Jadi para PSK juga berhak untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, oleh karena itu kami berusaha agar hal tersebut bisa terwujud sehingga jumlah PSK yang ada di Palangka Raya akan terus berkurang," ujarnya.

Pihaknya mengharapkan, dengan diberikannya pelatihan keterampilan untuk para PSK tersebut sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka, dan kedepan KPA akan lebih banyak memberikan pelatihan-pelatihan untuk para pekerja yang ada di kawasan lokalisasi.

"Sementara ini kami mentargetkan bisa mengurangi jumlah PSK yang ada di kawasan setempat minimal 10 orang per tahun, hal itu sebagai salah satu cara untuk memutuskan penularan mata rantainya yang melalui seks bebas," jelasnya.

Selain itu, Pengurus RT 06/RW 303, Kelurahan Petuk Ketimpun M Purba sangat berterima kasih kepada Pemkot Palangka Raya yang sangat memperdulikan para PSK yang bekerja di kawasan tersebut.

"Saat ini jumlah PSK yang terdata sebanyak 148 orang, namun jumlahnya tidak menetap setiap saat kadang bisa bertambah atau berkurang, namun dengan adanya program pelatihan keterampilan saat ini sangat membantu untuk menciptakan lapangan baru bagi mereka," ungkapnya.

Pihaknya hanya berharap, program pelatihan keterampilan tersebut bisa rutin diadakan dan materi yang diajarkan juga berganti-ganti misalnya melatih menjahit, merias, komputer, atau yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar